SDIT Al-Hamidiyah :: Pendahuluan :: Visi dan Misi :: Kurikulum :: Prestasi :: PSB :: Ekstrakurikuler :: Dokumentasi
2017-07-18 05:09:32

Kurikulum SDIT Al-Hamidiyah

SDIT Reguler

  1. Kurikulum Nasional.
  2. Menekankan kepada ketercapaian kompetensi murid.
  3. Pembelajaran berpusat pada murid (student centered) menekankan pada pembelajaran beraktivitas yang berlandaskan pada 4 pilar pendidikan (learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together).
  4. Proses pembelajaran selalu di tujukan untuk pengembangan kecerdasan majemuk (multiple intelligence) yang di miliki anak dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning).
  5. Program perbaikan (remedial) di adakan dalam upaya pencapaian ketuntasan belajar (mastery learning).

SDIT Montessori

Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan peran aktifitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktek.

Kurikulum program sekolah Montessori lebih ditekankan pada penggunaan bahasa Inggris dan difokuskan pada lima hal :

  1. Praktek kehidupan (Practical Life). Anak-anak diajarkan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan keterampilan dan kemandirian, seperti mengikat tali sepatu, pergi ke toilet tanpa bantuan, dan membersihkan dirinya sendiri ketika mereka menumpahkan sesuatu.
  2. Pendidikan kesadaran sensori (Sensorial). Di sini anak dilatih untuk peka menggunakan lima indra yang mereka miliki.
  3. Seni berbahasa (Language). Anak-anak di dorong untuk mengekspresikan diri mereka secara verbal. Anak-anak juga belajar membaca, mengeja, tata bahasa, dan kemampuan menulis.
  4. Matematika dan geometri (Mathematics). Anak-anak diajarkan tentang angka, baik itu menggunakan tangan maupun dengan alat.
  5. Budaya (Cultural). Pendidikan budaya di sini mencakup geografi, hewan, waktu, sejarah, musik, gerak, sains, dan seni.

Character Point in Islamic Montessori Class: Independent, Responsible, Creative, Well-Mannered.

Waktu Sekolah

Kegiatan Belajar

  1. Dengan Ratio 30 orang murid perkelas, yang di fasilitasi oleh 2 (dua) orang guru, diharapkan pembinaan secara individual dapat berlangsung efisien dan efektif.
  2. Kegiatan intra kurikuler meliputi kegiatan pembelajaran mata pelajaran umum dan agama dengan program remedial dan pengayaan.
  3. Kegiatan ekstra kurikuler meliputi pelajaran seni rupa, bahasa inggris, science club.

Tenaga Pengajar

  1. Satu kelas di tangani oleh 2 (dua) orang guru.
  2. Guru bidang studi : Agama, Montesori, Bahasa Arab, Umi, Musik, Komputer, Olah Raga, dll
  3. Tenaga Psikolog dan konsultan pendidikan.