2017-07-21 01:01:39

LAZIZ Al-Hamidiyah

Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah

Zakat

Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (8 asnaf) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Zakat meruapakan rukun ketiga dari rukun Islam.

  1. Zakat Fitrah (Pada bulan Ramadhan sebelum Shalat Idul Fitri)
  2. Zakat Harta / Maal (Stahun setelah mencukupi kadar Haul dan Nisab)
    1. Zakat Emas dan Perak
    2. Zakat Profesi/ Penghasilan
    3. Zakat Simpanan/ Tabungan
    4. Zakat Perniagaan

Haul : Cukup memiliki harta selama setahun atau dua belas bulan Qomariah (355 hari).

Nisab : Ukuran minimal kecukupan harta, dimana seorang dianggap mampu dan wajib zakat.

8 Golongan Penerima (Asnaf) Zakat

Tidak seperti sedekah secara biasa, penerima Zakat telah ditetapkan oleh Allah (S.W.T) dalam Surah At-Taubah, ayat 60.  Yaitu :

  1. Fakir : Seseorang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
  2. Miskin : Seseorang yang tidak mempunyai maya pencaharian yang mencukupi untuk memenuhi keperluan hidupnya.
  3. Amil : Seseorang yang melakukan segala kegiatan yang berkaitan erat dengan zakat. Mereka bertugas mengumpulkan, menghitung, mencatat, menjaga, dan membagikan harta zakat yang berhasilmereka himpun kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
  4. Muallaf : Seseorang yang baru memeluk agama Islam dan masih memerlukan bantuan dalam beradaptasi dengan kehidupan baru mereka, baik moril maupun materil.
  5. Riqab : Seseorang yang mau membebaskan dirinya daripada perbudakan.
  6. Gharimin : Seseorang yang memiliki utang dan tidak mampu membayarnya. Selain itu, termasuk dalam kelompok gharimin adalah orang-orang yang meninggal dunia dan masih memiliki utang, sedangkan harta peninggalan mereka tidak mencukupi untuk membayar utang tersebut.
  7. Fisabilillah : Seseorang yang berjuang karena Allah demi kebaikan agama dan masyarakat.
  8. Ibnusabil : Musafir yang dalam perjalanan dengan tujuan mulia seperti mencari rezeki, beribadah haji, dan sebagainya. Oleh karena itu, jika kehabisan bekal, mereka berhak menerima zakat.