MTS Al-Hamidiyah :: Pendahuluan :: Visi dan Misi :: Kurikulum :: Prestasi :: PSB :: Fasilitas :: Ekstrakurikuler
2019-07-26 10:20:38

Serah Terima Santri Baru MTs-MA 14 Juli 2019

Menyambut tahun ajaran baru, Pesantren Al-Hamidiyah menggelar acara Serah Terima Santri Baru di Masjid Jami’ Al-Hamidiyah yang dilaksanakan pada Minggu pagi, tepatnya tanggal 17 Juli 2019. Kegiatan ini merupakan bentuk silaturahmi antara pihak pondok pesantren dengan wali santri baru, baik santri MA maupun santri MTs, yang akan menitipkan anak-anaknya ke Pesantren Al-Hamidiyah. 

Setelah wali santri melakukan registrasi, dibantu dengan ISPAH (Ikatan Santri Pesantren Al-Hamidiyah), acara dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Pembacaan Kalam Ilahi oleh salah satu santri putra Al-Hamidiyah membuka acara tersebut. Kemudian, disusul dengan penyambutan-penyambutan yang dilakukan oleh kepala masing-masing unit pendidikan, dimulai dari Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA),  Kajian Islam dan terakhir Kepala Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah, K.H Drs. A. Zarkasyi. 

Dalam penyambutan tersebut, Kepala Sekolah MTs, Hidayat, S.S dan Kepala Sekolah MA, Suyatno, M.Pd memberikan pemaparan tentang program-program sekolah. Hal ini sekaligus menjawab kegelisahan wali santri yang tidak ingin anaknya kekurangan ilmu pengetahuan umum, meskipun, belajar di pesantren.

Kepala Kajian Islam Al-Hamidiyah H.Abdul Rasyid M, Lc turut mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 600 santri yang tinggal di asrama, putra maupun putri. Abdul Rasyid menyampaikan bahwa para santri mengikuti pengajian Al-Qur'an,  kitab kuning dan penerapan bahasa layaknya di pesantren pada umumnya. Kegiatan santri juga telah dibagi ke dalam pembelajaran ilmu umum dan kepesantrenan berdasarkan waktu. Para santri melakukan kegiatan sekolah di pagi sampai dengan sore sebelum waktu Ashar, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kepesantrenan yang dimulai dari sore hingga selepas Subuh. “Di bawah arahan Kyai, serta pengawasan uztad dan uztadzah, mereka digembleng baik dalam ilmu umum dan ilmu agama Islam dan dipraktekkan sehari-hari di Pesantren,” paparnya.

Acara juga berlangsung emosional saat Saiful Anam, salah satu pewakilan wali santri mengungkapkan perasaannya untuk melepaskan anaknya nyatri di Pesantren Al-Hamidiyah. Saiful Anam sempat meneteskan airmata saat menyampaikan keikhlasan hatinya untuk merelakan anaknya hidup mandiri dan jauh dari kata mewah, hal ini turut menyentuh hati wali santri lainnya.   

Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah, K.H. Drs. A. Zarkasyi sebagai sambutan penutup mengatakan bahwa pihak pesantren menerima dengan senang hati dan bahagia santri yang akan menuntun ilmy di Pesantren Al-Hamidiyah. Pesantren juga merupakan ajang yang perkenalkan dan mengajarkan hidup mandiri sebagai bekal menjadi pemimpin di masa mendatang. Kyai Zarkasyi juga menitip pesan kepada wali santri, bahwa, “Dalam menitipkan putra-putrinya diniati dengan tulus ikhlas. Sebab, dengan keihlasan Ibu dan Bapak kesuksesan dapat mudah diraih dalam belajarnya. Berpisah dengan anak terasa berat, namun demi kesuksesan mereka di masa mendatang harus berjauhan dengan orang tua.”

Acara ditutup dengan pembacaan doa dan penyerahan simbolik kepada satu santri putra dan satu santri putri oleh Kyai Ahmad Zarkasyi, sebagai tanda diterimanya santri baru baik MA dan MTs untuk belajar di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan mushofahah atau bersalam-salaman antara wali santri dan santri dengan pengurus yang ada di Pesantren Al-Hamidiyah. Wali santri juga diajak untuk sholat Dzuhur berjamaah dan makan bersama di ruang makan santri untuk merasakan menu sehari-hari santri Al-Hamdiyah.