Home > Berita
Berita

Pelatihan Menulis Para Guru SDIT Al-Hamidiyah

Kamis, 02 September 2021 Oleh SDIT 74 kali

Guru SDIT Al-Hamidiyah Ikuti  Pelatihan Menulis

 

    Berdasarkan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) tahun 2020 yang dicanangkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, SDIT Al-Hamidiyah berupaya melaksanakan program tersebut dengan baik. Salah satu cara yang dilakukan adalah mengadakan pelatihan menulis untuk seluruh guru SDIT Al-Hamidiyah.

        Kegiatan pelatihan menulis dilaksanakan selama dua hari (8-9/09/2020) dengan pembagian dua kelompok peserta, menghadirkan narasumber dari penerbit Rumah Media, Deejay Supriyanto dan Ilham Alfafa. Meskipun kegiatan yang bertempat di aula KH. Achmad Syaichu ini diselenggarakan pada masa pandemi Covid-19, panitia tetap melaksanakan protokol kesehatan (mengatur posisi duduk, memakai masker, menyiapkan hand sanitizer, dll).

        Desi Eka Putri, selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menyampaikan dalam sambutannya, guru perlu memiliki kemampuan menulis agar guru bisa memotivasi para siswa untuk belajar menulis. “Dengan bisa menulis, harapannya pula, para guru bisa menuangkan cerita pengalaman mengajar selama menjadi guru,”ujarnya. Pelatihan ini, lanjut beliau, dimaksudkan sebagai bekal para guru menjelang lomba menulis dan pencetakan buku karya guru.

       Selama dua jam setengah narasumber memaparkan materi dengan diselingi icebreaking agar kegiatan lebih menarik. Hal yang dijelaskan narasumber saat pelatihan yaitu strategi untuk mulai menulis, cara menggali ide, tulisan fiksi dan nonfiksi, dan seputar dunia percetakan buku. Deejay Supriyanto menyampaikan bahwa menulis itu bukan bakat melainkan keterampilan. “Keterampilan yang diasah terus-menerus akan menghasilkan sesuatu. Sama halnya dengan menulis. Dengan terus berlatih menulis, kita akan menghasilkan tulisan yang baik,” jelasnya.

                Dalam kesempatan itu, Deejay juga menyampaikan bahwa beliau bersedia menjadi mentor bagi guru dalam melatih keterampilan menulis. Alumni Universitas Padjajaran tersebut mengajak para guru untuk ikut bergabung pada grup kepenulisan miliknya. Tawaran ini membuat beberapa orang guru tertarik. Bahkan, ada dua orang guru yang berdiskusi mengenai hasil tulisannya setelah pelatihan berakhir.

 

(Red: Fitri Rahma Sari, S.Pd. -Humas dan Guru Kelas 5 untuk SDIT Al-Hamidiyah)