SDIT Al-Hamidiyah :: Pendahuluan :: Visi dan Misi :: Kurikulum :: Prestasi :: PSB :: Ekstrakurikuler :: Fasilitas
2019-07-22 09:23:31

Membudayakan Literasi Sejak Dini- Gerakan Literasi SDIT Al-Hamidiyah

Workshop Pengembangan Literasi di Sekolah

“Pelatihannya bagus, materi sistematis dan  pembicara menguasai materi dengan baik. Masukannya untuk ke depan; 1. Ice breakingnya perlu ditambah lagi 2. Pembicara lebih atraktif  3. Ada pelatihan lanjutannya tentang jenis-jenis literasi dan lain-lain.”

Demikian kesan dan masukan dari Bapak Beni, salah satu peserta pelatihan literasi di unit SDIT Al-Hamidiyah yang diadakan pada tanggal 4 Juli 2019 di aula K.H. Achmad Sjaichu.

Ibarat baterai yang sudah habis, maka perlu di charge agar bisa kembali berfungsi normal. Pun demikian dengan Bapak/Ibu guru,  setelah libur panjang dan memasuki tahun pelajaran baru, maka unit SDIT Al-Hamidiyah bekerja sama dengan penerbit Erlangga memberikan pelayanan pelatihan bagi seluruh dewan guru dalam rangka merefresh  pengetahuan dan pengalaman yang kelak akan ditularkan kepada peserta didik.

Kepala SDIT Al-Hamidiyah-Ibu Ira Asmara dalam sambutannya menyatakan bahwa salah satu tujuan diadakannya pelatihan literasi, sebagai perwujudan pengamalan dari Wahyu pertama yang turun yaitu untuk membaca, sekaligus literasi merupakan bagian dari kurikulum K13, yang mengedepankan pembinaan karakter positif. Oleh karenanya beliau sangat mensupport kegiatan yang berlangsung di hari ke-empat masuk kerja tersebut.

Pelatihan literasi kali ini terbagi menjadi 3 sesi. Dimasing-masing sesi, peserta pelatihan diajak untuk berdiskusi sekaligus praktek dengan mengisi atau menjawab pertanyaan pada lembar kertas yang berkaitan dengan materi. Istilah narasumber sebagai self-evaluation.

Bapak Chaerul Rochman, Dr, M.Pd dari UIN Bandung sekaligus konsultan penerbit Erlangga, menjadi narasumber yang mumpuni dalam memberikan materi. Meski agak monoton dengan kurangnya ice breaking, namun tetap menjadikan suasana cair dan nyaman bagi peserta pelatihan. Hal ini ditunjukkan melalui kepiawaiannya menghidupkan suasana dengan memanggil nama peserta secara acak (tidak sesuai nama sebenarnya), atau berkeliling mengitari setiap kelompok sehingga terjadi interaksi yang komunikatif antara peserta dengan narasumber.

Sebelum pemberian materi inti, Bapak Chaerul memberikan penjelasan mengenai tujuan kegiatan yang diharapkan setelah mengikuti pelatihan, para guru dapat:

  1. Mengeksplorasi pengalaman praktis dalam melakukan kegiatan literasi,
  2. Melakukan kolaborasi untuk mendeskripsikan berbagai pengembangan kegiatan literasi,
  3. Melakukan self evaluation kesanggupan mengembangkan kegiatan literasi di sekolah,
  4. Menyusun rencana tindak lanjut pengembangan kegiatan literasi pada lingkup kelas dan sekolah

Selanjutnya beliau menjelaskan pemahaman literasi secara umum, yaitu “ kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya” (Education Development Center).

Sementara tujuan literasi itu sendiri untuk menciptakan individu yang mampu menerapkan keahlian yang dimilikinya dalam hidup.

Bagi sebagian guru, literasi yang diketahui selama ini terbatas hanya literasi bahasa (membaca dan menulis). Padahal ada 6 literasi yang dapat digerakkan atau dikembangkan di sekolah, yaitu:

  1. Literasi Bahasa
  2. Literasi Sains
  3. Literasi Finansial
  4. Literasi Numerasi
  5. Literasi Digital
  6. Literasi Budaya Dan Kewarganegaraan

Dari 6 literasi yang dikembangkan tersebut, tugas bagi seluruh guru ke depannya adalah menciptakan ekosistem pendidikan di SDIT yang literat- yaitu lingkungan yang:

  1. Menyenangkan dan ramah peserta didik, sehingga menumbuhkan semangat warganya dalam belajar
  2. Semua warganya menunjukkan empati, peduli, dan menghargai sesama
  3. Menumbuhkan semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan
  4. Memampukan warganya cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya
  5. Mengakomodasi partisipan seluruh warga sekolah dan lingkungan eksternal SDIT

Semoga dengan kesadaran dan kerja sama seluruh stokeholder SDIT, apa yang dicitakan bisa terwujud. Aamiin

Pelatihan selesai tepat pukul 15.00 dengan memilih 3 peserta yang berhak mendapatkan kenang-kenangan dari narasumber yaitu Al-Quran atas partisipasinya dalam mengikuti kegiatan (menjawab pertanyaan secara rapi dan lengkap). Ketiga nama peserta tersebut adalah:

  1.  Bapak Zulky (guru Al-Quran)
  2. Miss Erna (guru level 3)
  3. Miss Ery (guru level 1)

Dan satu guru yang berhasil menjawab dengan cepat pertanyaan mengenai tujuan kegiatan (di tengah sesi materi) pelatihan yaitu Miss Pipit (guru level 6), mendapatkan sebuah novel.

Usai pelatihan, tugas berat menanti ke depan untuk menggerakkan kesadaran diri para guru dan peserta didik untuk menggiatkan 6 literasi di unit SDIT tercinta sejak dini.

BISA!

*Sedikit catatan kesan dan pesan dari perwakilan peserta pelatihan literasi.

Miss Ica (Guru level 2)

“Membuka wawasan bahwa literasi banyak bukan cuma baca tulis dalam bahasa tapi juga ada literasi sains, literasi numerik dan lainnya. Tapi kurang mendalam”

Bapak Zulky (Guru Al-Quran)

“Materinya lumayan bagus, tapi terlalu monoton dan kaku. Pembicaranya kurang menarik simpati peserta. Masih butuh aktualisasi yang lebih konkret. Hehehe”

Miss Irda (Guru level 1)

“Materi kurang tersampaikan dengan jelas. Kurang menjelaskan tentang program literasi yang bisa dilakukan di sekolah. Pembicara berbicara dengan intonasi yang cukup jelas.”

Bapak Riko (Guru Bahasa Arab)

“Good”

Ibu Rara (Guru level 4)

“Kesannya luar biasa, materinya dapat membuka kembali memori yang hampir berkarat (tentang tulis menulis) dan tentunya menambah wawasan. Sarannya waktu untuk bertanya atau berdiskusi lebih dipertimbangkan lagi, sehingga bagi teman-teman yang ingin bertanya bisa leluasa mengeksplor terkait materi yang belum terpahami.”

Ibu Anis (Wakasek bag. Kurikulum)

Pelatihannya praktis dan aplikatif, memberikan bingkai pada para pemula yang baru mengenal literasi.

Untuk yang sudah mengenalpun semakin menguatkan konsep yang telah dimiliki. Pengetahuannya menjadi tidak otodidak tapi langsung dari narasumber yang kompeten.

Alhamdulillah apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman di sekolah tidak keliru, dengan mengembangkan literasi diseluruh mata pelajaran.

Terbukti dengan KKG yang sudah dilakukan sesuai dengan materi yang diberikan.

    Semangat para guru hebat...

 Red.Al-Difaqi untuk SDIT Al-Hamiidiyah