Yayasan Islam Al-Hamidiyah
Berita
Home / Berita

ANRI Inisiasi Diplomasi Arsip Internasional, Pengasuh Al-Hamidiyah: Negara-Negara Muslim Wajib Bekerja Sama

Kamis, 13 Juli 2023 Oleh Kajis 608 kali

JAKARTA – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menginisiasi diplomasi arsip internasional dengan pembentukan Forum Kerja Sama Arsip Nasional Negara-Negara Berpenduduk Mayoritas Muslim. Acara ini diselenggarakan secara daring dan luring di Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari, Gedung C Lt. 2, ANRI, Jakarta Selatan (Rabu, 12/7/23). 

Kepala Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah Depok, Prof. Dr. K.H. Oman Fathurahman, M.Hum menyerukan kerjasama Negara-Negara Muslim untuk menggali potensi arsip sejarah peradaban Islam sebagai bagian dari peradaban dunia. 

Hal itu disampaikan dalam serangkaian acara seminar bertajuk “Arsip Sejarah Peradaban Islam dan Diplomasi Internasional” dengan menghadirkan dua narasumber lainnya yakni H.E. Dr. Faisal Abdulaziz Mohammed Al Tamimi (Director General NCAR Saudi Arabia) dan YBhg. Dato’ Jaafar Sidiek (Director General of the National Archives of Malaysia), serta dipandu oleh moderator, Ivan Aulia Ahsan (Jurnalis NU Online).


“Arsip dan manuskrip kita terhubungkan satu dengan yang lain karena pada masa lalu jaringan peradaban Islam itu terhubungkan sedemikian rupa melalui perdagangan, diplomasi, interaksi keilmuan, keagamaan. Ini menjadikan Islam tidak hanya tumbuh dan berkembang di Arab atau Makkah dan Madinah saja, peradaban Islam lahir kemudian di berbagai wilayah yang awalnya disebut oleh para sarjana sebagai periferal atau pinggiran,” ungkap Guru Besar Filologi Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut. 

“Saya sendiri tidak setuju dengan istilah ‘periferal’ karena itu lebih memperlihatkan tempat yang jauh dari Makkah Madinah, tetapi dari segi peradaban Islam sesungguhnya itu bukan pinggiran, dalam pengertian kualitasnya rendah, tidak. Jangan pernah melihat arsip dan manuskrip Islam yang ditulis dalam bahasa non-Arab itu sebagai rendah. Kita punya jalur rempah, dari Makkah-Madinah ke Nusantara lewat Aden, Oman, Sri Lanka, dan Selon”, imbuhnya.