Yayasan Islam Al-Hamidiyah
Berita
Home / Berita

Merdeka Innovation Summit 2023

Jum'at, 01 Desember 2023 Oleh Hana Qonita 184 kali

Yayasan Islam Al-Hamidiyah adalah sebuah institusi yang memandang inovasi sebagai bagian yang penting untuk tetap berkirprah di dunia pendidikan. Salah satu bagian yang dilakukan adalah mengikuti berbagai kegiatan yang dapat mengasah kemampuan dan pengetahuan tentang inovasi yang saat ini dikembangkan di dunia pendidikan. Salah satunya mengikuti Merdeka Innovation Summit 2023 (MIS 2023) di Jakarta.

Pada tanggal 16-17 November 2023 pukul 09:00 – 17:00 WIB, Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) dan Kedaireka menyelenggarakan Merdeka Innovation Summit 2023 (MIS) di Hotel Bidakara, Jakarta. Acara ini bertujuan untuk menggugah lebih banyak pihak dalam kolaborasi Inovasi dari banyak pihak dan lintas sektor di Indonesia. Acara ini dibuka untuk umum dengan melakukan registrasi secara daring terlebih dahulu melalui https://merdekainnovationsummit.id/. Kegiatan MIS dibagi dalam 3 plenary session di hari pertama dan kedua. Setiap hari menghadirkan beberapa pejabat Kementrian,  narasumber nasional dan internasional baik dari sektor Pemerintah maupun Swasta. 

Peserta  dapat mengunjungi Area yang sudah disiapkan panitia yaitu Main Hall, Innovtalk dan Expo. Main hall adalah ruang untuk bergabung bersama para pemimpin industri dan pembicara internasional dalam diskusi kolaborasi lintas sektor. Dalam Innovtalk, pengunjung dapat bergabung dalam 'Merdeka Innovation Summit' InnovTalks yaitu forum diskusi selama 15 menit oleh Inovator, Creator,  dan ahli industri yang dapat berbagi perjalanan transformasi mereka dan dampak dari inovasi yang telah mereka ciptakan.  Di dalam ruang Expo, pengunjung dapat melihat dan menemukan potensi kolaborasi revolusioner antara pihak akademis dan industri. Hal ini bagian bukti nyata bagaima akademis dan industri dapat berkolaborasi dan menghasilkan manfaat bagi lingkungan lokal maupun mendunia.

Berikut ini liputan dari kegiatan MIS di hari pertama. Kegiatan Merdeka Innovation Summit 2023 (MIS) dibuka dengan Opening Speech yang disampaikan oleh Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng. - Plt.-Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek). Nizam mengungkapkan bahwa Merdeka Innovation Summit 2023 adalah upaya nyata untuk menghargai dan mendorong kerjasama inovatif yang lebih besar di Indonesia. Nazam menguatkan bahwa Indonesia perlu membangun ekosistem yang kuat melalui kolaborasi yang kuat antara universitas dan industri.

Acara ini dihadirkan untuk menjadi platform tidak hanya bagi kolaborasi inovasi di tingkat nasional, tetapi juga sebagai pintu gerbang untuk kerjasama inovatif di level internasional. MIS 2023 adalah implementasi konkret dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang menitikberatkan pada peningkatan pembangunan manusia, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta pencapaian keadilan dalam perkembangan nasional dan peningkatan tata kelola yang baik.

Selain itu, Achmad Adhitya sebagai Ketua Pelaksana Merdeka Innovation Summit menjelaskan bahwa tema besar MIS adalah 'Knowledge-Powered Economic Resilience through Innovation,' mencerminkan semangat bersama Indonesia dalam mewujudkan tujuan besar melalui inovasi. Fokus utama dari pertemuan ini adalah untuk mendorong kolaborasi inovatif yang membuahkan solusi dalam masyarakat dalam konteks yang luas. MIS menghadirkan pakar di bidangnya untuk memberikan banyak referensi dalam strategi mendorong inovasi dan menciptakan solusi.

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A.-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  dalam bagian Ministery Talk menyampaikan 3 hal yang menjadi penting untuk dilakukan dalam Inovasi dan Kolaborasi yaitu  Collaboration accelerates innovation, valued innovation can stabilize the price, dan valued innovation means clean government without corruption. Di akhir diskusinya, Sandiaga mengunjukkan kebolehannya untuk berpantun dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Plenary Session 1 dipandu oleh Gracia Paramitha -Lecturer of International Relation of UI. Beliau bertanya  tentang Inovasi dan strategi untuk merealisasikannya kepada para tokoh inovasi yang luar biasa seperti Randy Jusuf sebagai Managing Director Google Indonesia, Ilmuwan Indonesia, Carina Citra Dewi Joe Lead Researcher dari Tim OXFORD dan ATRAJENECA dan Fauzan Adziman, PhD,-Co-Founder and Director of Alloyed (Oxford, UK). Ketiga narasumber ini, menguatkan pentingnya menjadi orang yang open minded, mengasah soft skill dan mendorong universitas untuk berkolaborasi dengan Industri. Universitas atau kampus memiliki banyak riset dalam bidiang inovasi yang bisa diejawantahkan realisasinya oleh industri.