PMR
- PMR (Palang Merah Remaja) adalah ekstrakurikuler yang mengajarkan keterampilan dasar pertolongan pertama dan kepedulian sosial. Dalam kegiatan ini, para santri belajar bagaimana memberikan pertolongan pertama, menjaga kesehatan, serta membantu sesama dalam situasi darurat. - Melalui PMR, santri juga dilatih menjadi pribadi yang peduli, tanggap, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya ilmu kesehatan, tetapi juga menanamkan semangat kemanusiaan dan kerja sama. - Ekstrakurikuler PMR cocok bagi santri yang ingin berkontribusi secara nyata kepada masyarakat sambil mengembangkan karakter yang penuh empati dan kepedulian.
Hadroh
- Hadroh adalah ekstrakurikuler yang berfokus pada seni musik tradisional Arab. Dalam kegiatan ini, siswa belajar memainkan alat musik seperti rebana dan marawis. - Tujuan Hadroh adalah mempererat kebersamaan, menanamkan nilai-nilai agama dan budaya, serta mengembangkan kreativitas dan disiplin siswa. Melalui Hadroh, siswa tidak hanya menikmati keindahan seni tradisional tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan positif yang bermanfaat.
Futsal
- Futsal adalah ekstrakurikuler yang mengasah ketangkasan, kebugaran, dan kerja sama tim. - Siswa sangat antusias mengikuti ekstrakurikuler futsal karena melatih teknik dasar sepak bola sambil bersenang-senang. - Melalui futsal, santri belajar bekerja sama dalam tim dan berstrategi untuk meraih kemenangan.
Pramuka
- Pramuka adalah kegiatan seru yang membantu santri belajar keterampilan penting untuk masa depan, seperti berkomunikasi, memecahkan masalah, dan bekerja sama dalam tim. - Melalui Pramuka, santri juga dapat meningkatkan rasa percaya diri, belajar memimpin, menjadi lebih mandiri, dan peduli pada orang lain. Pramuka adalah tempat yang tepat untuk menjadi remaja yang tangguh dan bertanggung jawab
Paskibra
Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) adalah ekstrakurikuler yang mendidik santri menjadi disiplin, tangguh, dan berjiwa kepemimpinan. Melalui kegiatan ini, santri akan belajar keterampilan baris-berbaris, kerja sama tim, dan tanggung jawab.
Design Grafis
- Desain Grafis adalah ekstrakurikuler yang mengajarkan keterampilan kreatif dalam dunia digital. - Melalui Desain Grafis, santri akan mengembangkan kreativitas, ketelitian, dan kemampuan berpikir kritis. Kegiatan ini juga membekali santri dengan keterampilan yang relevan di era digital, sehingga dapat menjadi modal berharga untuk masa depan. - Ekstrakurikuler ini adalah pilihan tepat bagi santri yang ingin menyalurkan bakat seni dan teknologi sekaligus mempersiapkan diri untuk dunia kerja kreatif
Jurnalistik
Jurnalistik adalah kegiatan ekstrakurikuler yang mengajarkan siswa tentang dasar-dasar jurnalisme, menulis berita, dan komunikasi media. Dalam ekskul ini, siswa belajar mengenai teknik penulisan berita, wawancara, penyuntingan, serta bagaimana mengumpulkan dan menyajikan informasi secara akurat dan objektif. Melalui latihan ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan menulis, analisis, dan komunikasi yang kuat. Ekskul Jurnalistik juga membantu siswa memahami peran media dalam masyarakat serta mendorong kreativitas dalam merangkai kata-kata untuk menghasilkan cerita informatif dan menarik.
Video Editing
Video Editing adalah kegiatan ekstrakurikuler yang fokus pada pengajaran keterampilan pengeditan video. Dalam ekskul ini, siswa belajar tentang teknik dasar hingga canggih dalam mengedit video, termasuk pemotongan, penyuntingan klip, penyesuaian audio dan visual, efek khusus, dan penggunaan perangkat lunak pengeditan video. Ekskul ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam merangkai gambar, suara, dan elemen-elemen lain menjadi video yang koheren dan menarik. Selain itu, ekskul Video Editing juga dapat membantu siswa memahami aspek teknis dalam produksi media digital dan memberikan landasan bagi mereka yang berminat dalam industri kreatif, film, atau komunikasi visual.
Tari Saman
Tari Saman adalah kegiatan ekstrakurikuler yang menawarkan siswa kesempatan untuk mempelajari, berlatih dan tampil dalam tarian tradisional Indonesia yang disebut "Saman." Tarian Saman berasal dari suku Gayo, Aceh, dan dikenal karena gerakan yang cepat, akurat, dan sering dilakukan dalam formasi berbaris. Dalam ekskul ini, siswa akan diajarkan gerakan-gerakan tari Saman, baik secara individual maupun dalam kelompok, serta belajar tentang latar belakang budaya dan makna mendalam di balik tarian ini. Melalui latihan dan penampilan, siswa dapat mengembangkan keterampilan tari, kerjasama tim, apresiasi terhadap kebudayaan, serta rasa bangga terhadap warisan budaya Indonesia.
English Club
English Club adalah kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada peningkatan kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris. Melalui klub ini, siswa terlibat dalam berbagai aktivitas terkait bahasa seperti diskusi, debat, berbicara di depan umum, sesi membaca, permainan bahasa, dan presentasi budaya—semua dilakukan dalam bahasa Inggris. English Club bertujuan menciptakan lingkungan yang mendalam di mana siswa dapat berlatih dan meningkatkan keterampilan bahasa mereka dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Ini juga mendorong kesadaran akan budaya, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi, membantu siswa menjadi pembicara dan pembelajar bahasa Inggris yang lebih percaya diri dan efektif.