Membawa Nama SDIT Al-Hamidiyah ke Cina: Perjalanan Ega Afrina Nugrahayu Belajar Sains

Senin, 31 Agustus 2026 Oleh Hana Qonita | 63 views

Img

Kalimat tersebut menggambarkan salah satu perjalanan paling berharga dalam hidup saya, seorang guru Sains di SDIT Al-Hamidiyah. Harapan kedua orang tua semasa hidup agar saya menjadi seorang pendidik dan memiliki pengalaman berharga dalam dunia pendidikan, Allah wujudkan melalui sebuah kesempatan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya: menuntut ilmu hingga ke Negeri Tirai Bambu, Cina. 

Bagi saya, pergi ke Cina bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Lebih dari itu, momen ini menjadi ruang untuk belajar, memperluas wawasan, menambah pengalaman, dan menguatkan langkah saya sebagai seorang pendidik. 


Dari Indonesia Menuju Guiyang

Akhir Juli menjadi salah satu waktu yang berharga dan bersejarah dalam kehidupan saya. Setelah melewati proses seleksi yang panjang, pergolakan batin, serta halangan dan rintangan yang sempat menghadirkan keraguan, akhirnya saya resmi menjadi salah satu perwakilan guru dari SDIT Al-Hamidiyah dan Indonesia dalam ASEAN Education Cooperation Week Science Education Teacher Training Program yang diselenggarakan oleh SEAMEO bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Cina di Guiyang, Provinsi Guizhou, Cina.

Perjalanan dimulai pada Selasa dini hari, 28 Juli 2026. Kepala SDIT Al-Hamidiyah, Ms. Anis Anisya, S.Pd., mengantarkan dan melepas keberangkatan saya di Bandara Soekarno-Hatta dengan iringan doa. 

Bersama beberapa perwakilan guru dari beberapa kota di Indonesia, kami berangkat dengan rasa syukur, bangga, dan antusias untuk menuntut ilmu di Cina. Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya saya tiba di Guiyang, Guizhou, pada pukul 18.55 waktu setempat. 

Rasa lelah setelah perjalanan seketika terbayar ketika rombongan kami disambut hangat oleh panitia dengan ucapan selamat datang di pintu keluar bandara. Saat itu, saya menyadari perjalanan baru saja dimulai. 


Belajar Sains dan Melihat Pendidikan di Cina

Rangkaian kegiatan ASEAN Education Cooperation Week Science Education Teacher Training Program berlangsung padat dan penuh makna. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Mr. Zhang Daowei, anggota komite tetap partai sekaligus Wakil Rektor Guizhou Normal University; Mr. Rizwan Darmawan, Kepala Divisi Kemitraan dan Publikasi SEAMEO serta Ms. Ding Xinghua, Direktur Divisi Urusan Guru, Departemen Pendidikan Provinsi Guizhou. 

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah mengikuti kuliah terbuka tentang Science Geography bersama para profesor dan peneliti di Provinsi Guizhou. Dari kegiatan ini, saya memperoleh pemahaman mengenai cara memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengembangkan wilayah sekaligus tetap memperhatikan kelestarian alam. 

Guiyang merupakan salah satu kota di Provinsi Guizhou yang memiliki kekayaan alam berupa gunung karst (gunung kapur). Pegunungan karst tersebut berdampingan dengan tata kota Guiyang yang berkembang dan modern. Pemandangan ini membuat saya menyadari bahwa perkembangan kota dan teknologi dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Kami juga berkesempatan mengunjungi Guiyang School Affiliated to East China Normal University. Sekolah negeri ini memiliki fasilitas yang sangat baik dan modern, seperti taman, perpustakaan, serta museum yang menampilkan penghargaan, karya, dan prestasi para siswa. 

Hal yang paling menarik perhatian saya adalah lingkungan sekolah yang dikelilingi pegunungan karst yang hijau dan subur. Saya melihat bahwa sebuah lingkungan dapat menjadi bagian dari kehidupan sekaligus ruang belajar bagi siswa.



Ketika Sains, Teknologi, dan Alam Berjalan Bersama

Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi museum geologi dan Guizhou Normal University Museum. Di sana, kami mempelajari berbagai kekayaan alam dan budaya Provinsi Guizhou, mulai dari fosil, mineral, flora, fauna, hingga pakaian adat dan berbagai aksesori tradisional. 

Kami juga diperkenalkan dengan teknologi yang dikembangkan di wilayah tersebut. Salah satu yang menjadi kebanggaan para peneliti dan masyarakat di sana adalah FAST (Five-hundred-meter Aperture Spherical Telescope), yang dikenal sebagai China Sky Eye.

Melihat berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut membuat saya semakin menyadari bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Dunia yang luas memberikan begitu banyak hal yang dapat kita amati, pelajari, dan jadikan inspirasi. 


Membawa Pulang Ilmu dan Inspirasi

Bagi saya, kegiatan ini sangat menyenangkan dan membanggakan. Saya tidak hanya mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang sains, tetapi juga tentang pendidikan, teknologi, budaya, dan kehidupan. 

Hal yang paling mengena di hati dan pikiran saya adalah keselarasan antara kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kecintaan terhadap alam. 

Hal tersebut menjadi pengingat bagi saya bahwa Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Oleh karena itu, kita perlu terus belajar mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, membangun kedisiplinan, serta menjaga kelestarian alam. 

Kegiatan ini semakin menguatkan semangat saya untuk ikut memajukan pendidikan dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam di Indonesia. Sebagai seorang pendidik, saya ingin membawa semua hal yang telah dipelajari ke ruang kelas dan membagikannya kepada anak-anak. 

Saya ingin berpesan kepada seluruh anak Indonesia, khususnya murid SDIT Al-Hamidiyah, teruslah berjuang menggapai ilmu pengetahuan. Jadilah anak-anak yang cerdas dan berilmu, tetapi tetap mencintai dan menjaga alam. Gunakan ilmu yang kalian miliki untuk kebaikan dan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. Ditulis oleh: Ega Afrina Nugrahayu, S. Si

Hubungi Kami untuk Informasi Pendaftaran dan Harga

Img