Yayasan Islam Al-Hamidiyah
Berita
Home / Berita

Mengenal Tafsir Santri Kitab

Minggu, 27 Maret 2022 Oleh Irma Rahmawati 1996 kali
Tafsir Karakter Santri KITAB

Tafsir karakter KITAB dalam jangka panjang diproyeksikan untuk menjadi ciri khas, pembeda, atau nilai jual yang unik dari Pesantren Al-Hamidiyah. Mengingat nilai-nilai yang ada didalamnya bersifat universal, maka secara substantif karakter KITAB juga diharapkan dapat terinternalisasi pada peserta didik disemua unit yang berada dibawah naungan Yayasan Islam Al-Hamidiyah.

Tujuan dari Grand Design Kepesantrenan 2021-2025 adalah penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di Pesantren Al-Hamidiyah untuk menciptakan santri berkarakter KITAB. Secara harfiah, kata “kitab” sendiri berarti buku, yang secara khusus merujuk pada kitab-kitab keagamaan. Berikut adalah penjelasan filosofis dari masing-masing karakter tersebut:

1. Komunikatif - Menciptakan lingkungan santri yang berwawasan Internasional sehingga dapat memiliki kemampuan berbahasa internasional serta keluwesan dalam berdakwah.

2. Inovatif - Memberikan kebebasan santri dalam berkreasi agar memiliki jiwa entrepreneurship dan inovasi secara berkelanjutan, dengan pemanfaatan teknologi dan literasi digital yang maksimal.

3. Terbuka - Berpandangan terbuka (open-minded), menghargai serta mempertimbangkan pandangan, gagasan, dan argumen yang berbeda. Dalam konteks visi Pesantren Al-Hamidiyah, adalah berwawasan luas dan berjiwa besar. Mendorong santri untuk selalu haus untuk mendapatkan pengetahuan, perspektif, dan pengalaman baru yang belum diketahui.

4. Argumentatif - Memahami dan menguasai ilmu pengetahuan keislaman berdasar pada sumber primer seperti Al-Quran, hadits, dan kitab-kitab karangan para ulama, baik ulama klasik maupun modern, termasuk kitab-kitab (turats) karangan ulama Nusantara, sehingga mampu menjelaskan sesuatu berdasarkan pada alasan dan argumen yang kuat.

5. Berintegritas - karakter yang senantiasa menunjukkan perilaku dan akhlak yang baik (akhlakul karimah) dalam kegiatan sosial bermasyarakat.

Kata KITAB sendiri merupakan anagram dari BATIK apabila dibaca dari urutan yang berbeda.

Seperti yang kita ketahui, BATIK merupakan simbol budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bedawi. BATIK memiliki motif beragam dari Sabang sampai Merauke yang masing-masing memiliki motif dengan ciri tersendiri, berbeda namun tetap satu garis dalam warna keIndonesiaan. Dalam konteks santri KITAB, arti BATIK (anagram KITAB) dapat bermakna cinta tanah air dan cinta kebudayaan Indonesia.