Sekolah Al-Hamidiyah
Berita
Home / Berita

Telusuri Dokumentasi K.H. Achmad Sjaichu, Pimpinan Al-Hamidiyah Kunjungi ANRI

Jum'at, 22 April 2022 Oleh Kajis 899 kali

JAKARTA - Dalam rangka menelusuri dokumentasi yang terkait dengan Pendiri Pesantren Al-Hamidiyah K.H. Achmad Sjaichu (1921-1995), Pimpinan Yayasan Islam Al-Hamidiyah (YIA) menyambangi Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jl. Ampera Raya, Jakarta Selatan (Selasa, 12/04/22). 


Rombongan Al-Hamidiyah terdiri dari: dr. H. Imam Susanto, Sp. BP (Direktur Utama YIA), Ir. Moch. Sutjahjo (Ketua Badan Pembina YIA), Prof. Dr. K.H. Oman Fathurahman, M.Hum (Kepala Pengasuh Pesantren), Marti Alifa, S.Psi (Wakil Direktur Pendidikan), M. Timmi Fauzan, SE (Kadiv. Sekretariat), dan Fathurrochman Karyadi, M.A (Kadept. Kesekretariatan dan Kominfo Pesantren). Rombongan diterima langsung oleh Kepala ANRI, Drs. Imam Gunarto, M.Hum, yang didampingi oleh Deputi Bidang Konservasi Arsip, Dr. Kandar, MAP.


“Setelah hadirnya Prof. Oman sebagai Pengasuh Pesantren, kami semakin tersadarkan bahwa peninggalan dan dokumentasi al-maghfur lah K.H. Achmad Sjaichu amat penting. Sebagai seorang filolog, Prof Oman sangat peduli pada pelestarian arsip. Sebelumnya foto-foto yang terkait Al-Maghfurlah hanya menumpuk di sudut kamar rumah, kini sudah kami kumpulkan. Hanya saja, kami pihak keluarga hampir tidak memiliki sama sekali rekaman pidato dan ceramah beliau,” tutur Ibu Marti Alifa.


“Bahagia sekali, kita berkesempatan melihat bagaimana Negara mengelola arsip dengan sangat baik dan luar biasa. Saya tentu berharap dokumentasi orang tua kami, Kyai Sjaichu, juga nanti dapat kita telusuri,” ungkap dr. H. Imam Susanto, Sp. BP, yang merupakan putra tertua KH. Achmad Sjaichu. 


“Prioritas kami sekarang memang ingin menelusuri dokumentasi audio pidato dan ceramah Kyai Sjaichu”, ujar Kepala Pengasuh Pesantren, Kyai Oman. 


“Beliau kan seorang tokoh besar, Ketua PBNU, Ketua DPR, Ketua Organisasi Islam Konferensi Asia Afrika, juga seorang orator, pastinya dokumentasi beliau banyak, bahkan beliau pernah menjadi Presiden Dewan Pusat Organisasi Islam Asia Afrika (OIAA) dan mendirikan Ittihadul Mubalighin (persatuan para pendakwah), kami ingin menghayati bagaimana beliau berpidato, apa pesan yang disampaikan, agar para santri di Al-Hamidiyah juga dapat mengambil pelajaran dan keteladanannya. Untuk itulah kami datang ke ANRI,” imbuh Kiai Oman, yang juga Pengampu Ngariksa.


“Kami haturkan terima kasih dan selamat datang di ANRI,” sambut Bapak Imam Gunarto, “ANRI memang diberi tugas oleh Negara untuk mengelola dan menyelamatkan arsip-arsip bersejarah sambil memberikan pembinaan ke instansi luar dan masyarakat. Kedatangan Bapak dan Ibu sangat menyenangkan bagi kami”.