Yayasan Islam Al-Hamidiyah
Berita
Home / Berita

Buka Puasa Bersama dan Tahlil 40 Hari, Pengasuh: Ada Dua Kebahagiaan

Jum'at, 05 April 2024 Oleh Kajis 395 kali

JAKARTA – Dalam acara buka puasa bersama dan tahlil 40 hari memperingati wafatnya Almarhum Ir. H. Raden Panji Hadi Tjahjono Sasraningrat, M.B.A., M.M., Prof. Dr. K.H. Oman Fathurahman, M.Hum. (Kepala Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah) memberikan mauizah hasanah terkait dua kebahagiaan (Kamis, 4/4/2024).


Kiai Oman mengutip Hadits Rasulullah saw. yang artinya bahwa orang yang berpuasa akan meraih dua kebahagiaan, ketika berbuka puasa dan ketika bertemu Tuhannya.


“Tema kita pada hari ini buka puasa dan memperingati wafatnya Alm. Pak Hadi. Hadits Rasulullah saw. tadi, sangat cocok untuk kita renungkan. Dan saya mendapat pemahaman baru dari penjelasan Pak Lukman. Kematian tidak selalu diidentikan dengan kesedihan, tapi bisa juga sebagai kebahagiaan, bahkan melebihi kebahagiaan berbuka puasa,” ungkap Kiai Oman.



Untuk ‘bertemu Tuhan’, lanjut Kiai Oman, ada sebuah ungkapan yang populer bahwa man ‘arafa nafsahu faqad 'arafa rabbahu yang artinya bahwa siapa yang mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya.


“Kita berhusnuzan, Alm. Pak Hadi dalam dirinya sudah mengenal Tuhan, sikap beliau nothing to lose  sehingga yang ada adalah cinta atau mahabbah. Para sufi yang kehidupannya tidak memikirkan hal-hal duniawi adalah mereka yang sudah mengenal Tuhan,” jelas Guru Besar Filologi FAH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

 

Puasa itu artinya menahan, lanjut Kiai Oman, menurut Al-Ghazali bahwa setiap insan pasti memiliki potensi dua hal; syahwat, ambisi atau keinginan dan ghadhab atau marah.