Bukan Sekadar Jalan, Inilah Filosofi Ziarah Walisongo Santri Pesantren Al-Hamidiyah

Senin, 27 April 2026 Oleh M. Yasir | 127 views

Img

Depok — Bagi sebagian orang, Ziarah Walisongo mungkin sekadar perjalanan religi mengunjungi makam para wali di tanah Jawa. Namun, bagi santri Pesantren Al-Hamidiyah, momen mengunjungi makam para wali di Jawa ini menjadi wahana edukasi keilmuan (‘ilmiah) yang sarat makna.

Bukan tanpa alasan. Setiap Desember, saat libur akhir semester ganjil, Pesantren yang didirikan oleh K.H. Achmad Sjaichu di Depok ini memberangkatkan ratusan santri, yang didampingi oleh perwakilan wali santri, guru, hingga keluarga Kiai (dzurriyah), untuk melakukan ziarah ke makam para walisongo di Jawa khususnya, selama 6-7 hari, mulai dari makam Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Djati di Cirebon, Sunan Kalijaga dan Raden Fatah di Demak, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Bonang di Tuban, Sunan Drajat di Lamongan, Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri di Gresik, hingga Sunan Ampel di Kota Surabaya.

Kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek spiritual, tetapi juga mengintegrasikan 4 (empat) aspek yang saling berkaitan sebagai filosofi utama, yaitu: ziarah, ibadah, rihlah (petualangan), dan tijarah (ekonomi) —semuanya dikemas menjadi aktivitas yang berdampak menambah wawasan ilmu pengetahuan (‘lmiyyah) alias edukatif bagi santri.

Kepala Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah, Prof. Dr. KH. Oman Fathurahman, M.Hum., menegaskan bahwa Ziarah Walisongo adalah paket lengkap pendidikan bagi santri, tidak hanya pendidikan spiritual, melainkan juga edukasi sosial kemasyarakatan, memahami mata rantai ekonomi umat, dan memperkaya wawasan intelektual. Ini dimungkinkan karena selama berziarah, santri berinteraksi dengan masyarakat, membeli produk lokal di kawasan ziarah, serta membawa nilai dan identitas pesantren dalam ruang sosial yang lebih luas.

“Melalui Ziarah Walisongo, santri mendapatkan asupan pendidikan melalui kegiatan yang menyenangkan, sekaligus membuka wawasan dan mengasah spiritualitas. Selama berziarah, santri tidak hanya belajar mempraktikkan materi-materi ibadah yang sudah dipelajari di Pesantren, melainkan juga menjalani petualangan (rihlah), sekaligus mengamati bagaimana mata rantai ekonomi (tijarah) umat sangat berpengaruh terhadap gerakan dakwah Islam,” ujarnya.

Bagi santri, ziarah bukan sekadar "datang ke makam", melainkan juga belajar mengamalkan adab ketika berkunjung, bersilaturahmi, dan berinteraksi dengan lingkungan masyarakat setempat. Santri juga diajak untuk mengunjungi sejumlah pesantren, bersilaturahmi dengan para kiai pengasuh untuk mendapatkan doa kebaikan. Bagi santri, praktik ini penting demi menjaga sanad ilmu dan berkhidmah kepada guru.

Selama Ziarah Walisongo, santri tidak meninggalkan ibadah dan amaliah yang rutin dilaksanakan di Pesantren, mulai dari doa bersama, dzikir, tahlil, istighotsah, hingga pembacaan Ratibul Haddad setiap ba'da Magrib. Bahkan, dimensi ilmiahnya bertambah karena ketika dalam perjalanan (safar, rihlah), santri dikenalkan tentang cara istiqamah mempraktikkan ibadah dalam situasi yang tidak biasa dan penuh tantangan, seperti shalat jama’ dan qashar. Santri juga mendapat pelajaran untuk merenungi bahwa ibadah tidak sekadar dengan cara shalat dan zikir, melainkan juga dengan cara berdisiplin, sabar, gotong royong dan membantu sesama.

Perjalanan (rihlah) santri selama ziarah Walisongo penuh dengan pesan untuk merenungi ciptaan Allah. Banyak yang bisa menjadi bahan tadabbur alam bagi santri, untuk belajar memahami keragaman sosial dan budaya di setiap titik ziarah. Secara edukatif, rihlah melatih observasi, empati, dan kemampuan membaca realitas masyarakat sekitar.

Dari letak makam pun santri bisa bertafakkur. Makam para Walisongo terletak di lokasi yang beragam, sebagian di tengah perkotaan, sebagian lagi di bukit yang tinggi. Arsitektur bangunan di sekitar pemakaman, termasuk bangunan masjidnya, seringkali menggambarkan adanya keragaman budaya dan keyakinan. Masjid Kudus di area makam Sunan Kudus, misalnya, menggambarkan perpaduan dengan arsitektur candi peninggalan Hindu. Ini mengandung pesan kuat pentingnya toleransi.

Sebagai oleh-oleh dari Ziarah Walisongo, santri ditugaskan menuliskan pengalamannya dalam bentuk esei refleksi perjalanan. Setiap santri diminta mencatat kesan, pengalaman, dan pemahaman baru selama berziarah. Ini merupakan edukasi untuk memperkuat budaya literasi di kalangan santri. Kumpulan catatan tersebut dapat dihimpun menjadi buku perjalanan Ziarah Walisongo, dan dibaca sebagai pelajaran bagi generasi berikutnya.

Pesantren Al-Hamidiyah menilai, penguatan nilai-nilai keagamaan melalui pengalaman langsung Ziarah Walisongo seperti ini penting untuk menyiapkan santri agar mampu melanjutkan tradisi dakwah para ulama sekaligus beradaptasi dengan dinamika masyarakat modern.

Pewarta: Suma Wijaya
Dokumentasi: Tim Media Pesantren

Postingan Terpopuler

#2
Pengajian Pasaran Al-Adab fid Din (1): Pentingnya Adab bagi Pencari Ilmu

Minggu, 24 Maret 2024 Oleh Kajis | 4,996 views

#5

Archive

1
Pesantren Al-Hamidiyah Jadi Tuan Rumah LKD Fatayat NU Kota Depok

Sabtu, 21 September 2024 Oleh M. Yasir | 1,236 views

3
Rombongan Pesantren Al-Hamidiyah Hadiri Haul ke-53 KH. Ma’shoem Achmad di Lasem

Rabu, 11 September 2024 Oleh M. Yasir | 1,739 views

1
Tayangan Perdana AHA Podcast: Ungkap Filosofi Seni dalam Islam

Kamis, 29 Agustus 2024 Oleh M. Yasir | 1,609 views

2
Perkuat Literasi, Perpustakaan Pesantren Al-Hamidiyah Menambah Koleksi Buku

Kamis, 22 Agustus 2024 Oleh M. Yasir | 2,271 views

3
1
enrollment

Selasa, 30 Januari 2024 Oleh Administrator CMS | 1,603 views

2
4
Pengajian Khataman Ayyuhal Walad (13) Nasihat bagi Para Penceramah

Kamis, 13 April 2023 Oleh Kajis | 2,182 views

13
Pengajian Khataman Ayyuhal Walad (5): Tujuan Hidupkan Syariat Nabi

Selasa, 04 April 2023 Oleh Kajis | 1,907 views

14
Pengajian Khataman Ayyuhal Walad (4): Amalkan Ilmu sebagai Bekal Akhirat

Senin, 03 April 2023 Oleh Kajis | 2,460 views

1
10 Santri Al-Hamidiyah Lolos SNMPTN 2022 dan Sipenmaru PMDP

Kamis, 31 Maret 2022 Oleh Kajis | 2,871 views

2
Al-Hamidiyah Hadirkan Tokoh Inspiratif Santri

Selasa, 29 Maret 2022 Oleh Kajis | 2,391 views

3
Santri Al-Hamidiyah Belajar Siaga Bencana Bersama Damkar Depok

Selasa, 29 Maret 2022 Oleh Kajis | 2,164 views

4
PBSB 2022 Kemenag: Beasiswa Santri Dibuka!

Kamis, 24 Maret 2022 Oleh Kajis | 3,814 views

5
Pelatihan Kedisiplinan Santri Al-Hamidiyah

Rabu, 23 Maret 2022 Oleh Irma Rahmawati | 2,730 views

1
Dewan Guru Pengampu Al-Qur'an Pesantren Al-Hamidiyah Mengikuti Diklat Metode Bil Qolam

Jumat, 11 Februari 2022 Oleh Irma Rahmawati | 2,924 views

2
Haul Ke-27 KH. Achmad Sjaichu Mengusung Tema: Menjaga Sanad Ilmu, Merawat Ajaran Guru

Jumat, 11 Februari 2022 Oleh Irma Rahmawati | 3,953 views

1
Khutbah Jumat Masjid Jami Al-Hamidiyah Depok

Kamis, 23 Desember 2021 Oleh Irma Rahmawati | 3,109 views

1
Pesantren Al-Hamidiyah Juara Pesantren Ramah Anak

Kamis, 02 September 2021 Oleh Kajis | 2,544 views