Yayasan Islam Al-Hamidiyah
Home > Berita
Berita

Pengajian Khataman Kitab Ayyuhal Walad (6) Jangan Kalah Cerdas daripada Ayam Jago

Rabu, 05 April 2023 Oleh Kajis 730 kali

DEPOK – Pesantren Al-Hamidiyah melanjutkan kegiatan khataman kitab Ayyuhal Walad karya Al-Imam Al-Ghazali yang  diadakan setiap sore hari setelah shalat Ashar selama Ramadhan 1444 H di Masjid Jami’ Al-Hamidiyah. Kali ini hari keenam diisi oleh K.H. Jauhari Sadji, Lc (Senin, 03/04/2023).

Pada pengajian kali ini, Kiai Jauhari menyampaikan materi pertama yang berisikan tentang wasiat Luqman Hakim kepada putranya.

“Wahai anakku, jangan sekali-kali ayam jago lebih cerdas daripada kamu, ia memanggil di waktu pagi dan kamu orang yang tidur’. Maksudnya adalah jangan sampai kita sebagai manusia kalah cerdas daripada ayam jago, yang setiap subuh sudah berkokok membangunkan orang yang sedang tertidur untuk melaksanakan Salat Subuh sementara kalian masih lelap tertidur,” ungkap Kiai Jauhari.


Dalam kisah tentang ayam yang bangun di waktu sahur, manusia diingatkan untuk membangun etos belajar sebagai pribadi muslim yang baik dan memberikan kontribusi pada perkembangan keilmuan di dunia.

Mengikuti segala perintah dan menjauhi segala larangan yang sudah ditetapkan oleh syariat Islam akan memberikan ketentraman dan kedamaian dalam jiwa sehingga seseorang memiliki akhlak yang baik dalam berhubungan dengan sesama manusia.

Kiai Jauhari menekankan bahwa  hewan bisa bersyukur, sedangkan manusia yang diberikan banyak nikmat tidak bersyukur.  Kemudian beliau mengutip nasihat Al-Ghazali, ilmu yang diamalkan harus sesuai dengan syariat, karena beramal tanpa syariat adalah sebuah kesesatan.

“Hendaknya kita tidak heran dengan orang syathahat (orang berbicara melantur) dan tipu daya orang yang sesat karena jalan menuju mujahadah dengan puasa, dzikir itu memutuskan syahwat dan nafsu. Jadi, seharusnya ucapan dan perbuatan itu sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits (syariat),” jelas Kiai Jauhari.

Manusia akan celaka apabila tidak memerangi hawa nafsu yang ada didalam dirinya. Hawa nafsu tersebut akan merusak dirinya dan menjadikan pribadinya menjadi tidak baik. Salah satu untuk mengatasi hawa nafsu yang bergejolak didalam dada adalah mujahadah. Mujahadah adalah perjuangan sungguh-sungguh melawan hawa nafsu dan menghindari perbuatan yang dilarang Allah Swt. Contohnya adalah taqarub kepada Allah swt dengan cara Shalat, membaca Al-Qura’n, Puasa, dan berdzikir kepada Allah swt.

Sebelum mengakhiri pengajiannya, Kiai Jauhari berpesan bawah ada ilmu yang harus dirasakan dengan tulisan dan ucapan, serta ada pula ilmu yang harus dirasakan dengan perbuatan.


Beberapa santri Al-Hamidiyah menyampaikan kesan yang mendalam mengikuti pengajian ini. “Tabarukan seperti ini sangatlah bermanfaat karena banyak ilmu yang dapat dipelajari tentang cara pengolahan kata yang tidak ambigu dan mudah dimengerti sehingga santri dapat memahami dengan mudah pada saat mengartikan,” ungkap Aufa Layla.


Sementara itu,  Afra Aida mengatakan, “Pengajian lebih santai dan tidak banyak ketinggalan saat mengartikan sehingga lebih banyak materi dan penjelasan yang bisa dipahami. Materinya juga diibaratkan menggunakan contoh yang mudah dipahami sehingga tidak mengantuk dan menyenangkan”.


“Saya termotivasi untuk mengikuti pengajian ini karena saya ingin mengamalkan segala ilmu yang saya dapatkan di Pesantren Al-Hamidiyah di kehidupan sehari-hari. Apabila saya memiliki kesulitan dalam belajar dan saya tidak memiliki motivasi dalam belajar saya akan membuka kitab Ayyuhal Walad ini agar saya mampu mengatasi kesulitan yang saya alami dalam pembelajaran dan meningkatkan motivasi saya dalam belajar,” tutur Muhammad Ibnu Syaqi santri kelas VII MTs Al-Hamidiyah Depok



Pewarta: Tyas/Khatrun/Tezar

Foto: Linda


Galeri Foto: