Yayasan Islam Al-Hamidiyah
Home > Berita
Berita

Al-Hamidiyah Hadirkan Tokoh Inspiratif Santri

Selasa, 29 Maret 2022 Oleh Kajis 965 kali

DEPOK - Pesantren Al-Hamidiyah mengadakan kegiatan talkshow dengan tema 'menanamkan kembali jiwa santri pasca-pandemi' pada Sabtu (26/03/22). Acara yang diikuti seluruh santri putra dan putri ini bertempat di Masjid Jami’ Al-Hamidiyah.

Kali ini Pesantren Al-Hamidiyah menghadirkan tokoh inspiratif sekaligus trainer, pengusaha, dan konsultan pendidikan, Ust. Awaludin Faj, M.Pd.I. Ia merupakan sosok santri yang teguh memegang prinsip kesantriannya meskipun telah berkiprah di luar pesantren.

"Antum (kalian) harus bersyukur menjadi santri yang beruntung, sehingga dapat belajar di Pesantren Al-Hamidiyah dengan katagori Pesantren Ramah Anak ini," tutur alumnus Pondok Modern Gontor ini.

Ustadz Awal, demikian ia akrab disapa, membakar semangat para santri. Ia meminta para santri untuk mengikuti narasinya dengan lantang, "Saya ikhlas menjadi santri untuk belajar agama. Saya siap sungguh-sungguh meraih cita-cita sehingga dapat membahagiakan kedua orang tua".

Penulis buku Kenapa Anak Zaman Now Harus Ke Pesantren ini juga menuturkan bahwa santri harus mampu berdikari alias berdiri di atas kaki sendiri.

"Tidak berbuat apa-apa, tidak mau apa-apa, jangan harap nanti jadi apa-apa," ucapnya.

“Santri itu dari dua kata; Sun artinya matahari, haruslah mampu menyinari,” lanjutnya, “Tree bermakna pohon, rindang, harus menjadi penyejuk bagi lingkungan. Santri menurut bahasa Sansekerta bermakna 'menjaga' yakni seorang santri harus menjaga tiga pondasi yaitu Iman, Islam dan Ihsan sehingga dapat menjadi generasi munzirul qaum (pensihat masyarakat).”

Ustadz Imam Awal juga mengutip syair Imam Syafii yang menyatakan,

ومن لم يذق مر التعلم ساعة … تجرع ذل الجهل طول حياته

Barangsiapa yang tidak tahan dengan penatnya belajar maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan selama hidupnya.

"Jadi, santri hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang, rijalul ghadd,” ungkapnya.

Salah satu tujuan acara talkshow ini ialah menanamkan Jatu Diri Santri seutuhnya untuk memperkuat jargon Santri (KITAB) yakni Santri yang Komunikatif, Inovatif, Terbuka, Argumentatif, Berintegritas (Berakhlakul Karimah).

Di awal acara, K.H. Abdul Rasyid Marhali, Lc., Wakil Kepala Pengasuh Bidang Kepesantrenan dan Asrama menyampaikan bahwa hendaknya santri dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini. Pemateri akan memberikan pencerahan kepada santri putra dan putri.

"Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana, apresiasi kepada panitia yang telah menyisihkan waktunya dan semua. Semoga dengan acara ini santri dapat mengambil manfaat dan kemaslahatan, menjadi shalih-shalihah, dan menjadi manusia yang bermanfaat di masa yang akan datang. Di pesantren santri mengenal dengan nilai keberkahan sehingga usaha apa pun akan ada manfaat yang didapatinya," nasihat anggota MUI Kota Depok Bidang Dakwah tersebut.


Ustadzah Fitri selaku MC behasil memfasilitasi acara dengan baik dan meriah. Pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ammar Hafidz kelas VIII, juga seni islami ala pesantren tim hadrah Junudur Rasul Santri Al-Hamidiyah dan diakhiri dengan pembacaan doa oleh Ust. Abdul Mun'im.

"Selaku ketua panitia berterima kasih kepada semua yang telah menyukseskan acara talkshow ini dengan penuh kemanfaatan dan keberkahan," tutur Ustadzah Qolbi setelah kegiatan berakhir.

 

Pewarta: Abdul Mun'im Hasan

Redaktur: Atunk

 

Archive