Yayasan Islam Al-Hamidiyah
Home > Berita
Berita

Optimalkan Kepengasuhan Santri, Pesantren Al-Hamidiyah Gelar Talkshow Bersama Ibu Nyai Yeni Ratna Yuningsih, Ph.D

Selasa, 20 Juni 2023 Oleh Kajis 921 kali

DEPOK - Pesantren Al-Hamidiyah Depok melaksanakan kegiatan talkshow inspiratif bertajuk “problematika membina dan mengasuh” bersama Ibu Nyai Yeni Ratna Yuningsih, M.A., Ph.D, Pengasuh Pondok Pesantren Sunanul Huda, Sukabumi. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Madrasah Aliyah Al-Hamidiyah (Senin, 19/06/2023). 

 

Bu Nyai Yeni menyampaikan bahwa seorang guru atau ustadz harus bangga dengan apa yang dikerjakan. Jika kebanggaan saja belum, maka akan sulit memikirkan bagaimana kepengasuhan. Dengan menjadi guru, dunia dan  Akhirat bisa didapat. Di samping itu, kita harus mencintai apa yang jadi tugas dan tanggung jawabnya. 


"If you don’t love the work you’re doing, you’ll get sick–physically, mentally, or spiritually. Eventually, you’ll make others sick, too," lanjut Ibu Nyai Yeni, “Seorang guru juga dituntut untuk terus belajar, jika tidak belajar maka berhenti jadi guru, "If you stop learning, you stop teaching". 



 

"Saat  mengobrol dengan pembina, saya selalu bertanya apakah sudah bangga menjadi ustadz atau belum. Kalau sudah bangga insyaallah semua akan dilakukan dengan baik," ucap Bu Nyai Yeni. 


 

Seorang pembina, tambah Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut, harus konsisten dalam aturan. Sesuatu yang dilakukan secara rutin akan menjadi kebiasaan bagi para santri. Maka harus ada tata tertib yang detail serta disosialisasikan.


"Ternyata apa yang selalu kita sampaikan akan masuk ke dalam pikiran santri, dan pelan-pelan muncul dalam sikap baik dari mereka," tambah lulusan Institute of Islamic Studies and Department of Philosophy McGill University, Montreal, Canada.

Sebelum mengakhiri pemaparan materinya, beliau berpesan, "تألمت فتعلمت فتغيرت; I suffered, I learned, I changed; Saya menderita, saya belajar, saya berubah".


Seluruh Pembina putra dan putri asrama Al-Hamidiyah mengikuti acara ini. Para pimpinan pun hadir, di antaranya, Prof. Dr. K.H. Oman Fathurahman, M.Hum, Kepala Pengasuh Pesantren; K.H Abdul Rasyid M, Lc., Waka. Pengasuh Pembinaan Santri & Peribadatan; KH. Jauhari Sadji, Lc., Waka. Pengasuh Pembinaan Bahasa & Kajian Islam; Dr. Farida Wulandari, M.Pd, Direktur Pendidikan; Marti Alifa F, S.Psi, Wakil Direktur Pendidikan; Suma Wijaya, M.IKom, Kepala Pesantren & Asrama. 



Kiai Oman menyampaikan bahwa di Pesantren Al-Hamidiyah para santri dibekali untuk bisa mengimplementasikan Santri KITAB (Komunikatif, Inovatif, Terbuka, Argumentatif, Berintegritas).


Sementara itu, Ustadz Suma mengatakan, Pesantren Al-Hamidiyah mempunyai prioritas pengembangan 2021-2025 yaitu: 1).Peningkatan Mutu Pendidikan dan Pengajaran; 2). Penataan Kepengasuhan dan Keasramaan; 3). Pemetaan, Penataan, dan Pengembangan SDM; dan 4). Penguatan Kapasitas dan Kualitas Santri.

 

Acara talkshow ini dikemas dengan suasana santai. para peserta tampak antusias mengikuti sejak awal hingga akhir. Acara ditutup dengan doa oleh  Kiai Rasyid dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.


Pewarta: Bena/Atunk

Foto: Miftah


Galeri